Tambora sebagai Kecamatan yang memiliki
wilayah terluas di kabupaten Bima, menjadi prioritas Pemerintah bagi
pelaksanaan program Percepatan Pembangunan Pusat Pertumbuhan Daerah Tertinggal
(P4DT) Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal. Program ini sudah
memasuki tahun ke-3 dengan komoditas utama ternak sapi Bali yang menitik
beratkan pada peternakan baik sektor hulu maupun hilir. Bantuan bibit
sapi program P4DT di kecamatan Tambora dan sanggar ini akan diserahkan secara
simbolis oleh Bupati Bima pada Penutupan MTQ tingkat kecamatan Tambora
yang diselenggarakan Kamis Malam (19/11) di Desa Labuan
Kananga.
Tahun 2009, realisasi program
ini sudah mencapai 70% dengan jumlah bantuan sebanyak 380 ekor bibit sapi yang
diberikan kepada 13 kelompok Kader Penggerak Pembangunan Satu Bangsa Pusat
Pertumbuhan (KPPSB-PP) yang tersebar pada desa-desa di Kecamatan Tambora
yaitu Desa Kawinda NaE, Kawinda Toi, Oi Panihi,Oi Bura dan Labuan Kananga,
sedangkan di Kecamatan Sanggar, bantuan bibit sapi tersebut disebar ke desa
Taloko, Sandue, Boro, Kore, Oi Saro dan Desa Piong.
Sesudah tiga tahun berjalan
dengan total jumlah kelompok sebanyak 24 dengan lebih dari 300 anggota, program
ini mulai memperlihatkan hasil nyata yang tercermin dari pertambahan jumlah
populasi sapi yang makin meningkat, karena bibit sapi yang diberikan sudah
mulai berproduksi tahun 2007. Seiring
dengan pelaksanaan program, dikembangkan pola Desa Contoh di Oi Panihi yang
terintegrasi dengan pengembangan hijauan makanan ternak, pembangunan kandang
komunal, dan diversivikasi kegiatan usaha. Langkah ini ditujukan untuk
menopang perkembangan Kota Terpadu Mandiri (KTM) di Kawasan Tambora.
Setelah tiga tahun terfokus pada pengadaan bibit dan pengadaan hijauan
makanan ternak, tahun ke empat (2010) fokus program akan diarahkan pada
penguatan sektor hilir dengan memproduksi hasil olahan seperti industri
penyamakan kulit dan pengembangan produksi gelatin, juga mulai diperkaya dengan
diversifikasi kegiatan ekonomi untuk menjamin sumber penghasilan secara
berkesinambungan bagi para petani. Dengan strategi ini, petani tidak tergantung
pada satu komoditas sapi saja sebagai sumber penghasilan dan pendapatan
pendanaan program tahun 2010 akan semakin diperkuat dengan nilai nominal
5 miliar rupiah. (YD/Y)
kirim ke teman | versi cetak